FREE DELIVERY TO JAKARTA FOR ORDERS OVER IDR 250K

Perawatan Gigi Aman untuk Keluarga

April 27, 2018

Perawatan Gigi Aman untuk Keluarga

 Hi babes! Sudahkah kamu menggosok gigi hari ini? Seberapa sering dan bagaimana kamu melakukannya? Ternyata, lamanya waktu kita menyikat gigi tidak menjamin tingkat kebersihan gigi, dan masih banyak faktor yang perlu kamu perhitungkan selain membeli pasta gigi dengan manfaat memutihkan, menyegarkan, atau untuk gigi sensitif. Kamu juga harus mengetahui bahan-bahan yang digunakan dalam produk pasta gigi yang dibeli. Apakah itu sudah aman bagi kamu dan keluarga, terumata si kecil!


Oleh karena itu babes, kita akan bahas mulai dari apa yang dibutuhkan dan perlu dihindari dari pasta gigi, serta cara yang menyenangkan untuk si kecil agar terbiasa dengan menyikat gigi. Yuk kita cari tahu!


MEMAHAMI PRODUK PASTA GIGI


Saat mencari pasta gigi yang beredar di pasaran, amati apakah produk tersebut mengandung zat aditif. Apa itu zat aditif? zat aditif adalah zat tambahan yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan dengan suatu tujuan, seperti untuk memperbaiki penampakan makanan, cita rasa, tekstur, dan memperpanjang daya simpan.

Ada zat aditif alami dan buatan. Sudah awam dengan keterangan di balik pasta gigi yang mengatakan “jangan ditelan” atau “tidak diperuntukkan untuk anak berumur di bawah enam tahun”. Hal ini karena pasta gigi seringkali mengandung pewarna buatan, foaming agents, triklosan, dan fluoride.


Foaming agents biasa disebut sebagai Sodium Laureth Sulfate dan Sodium Lauryl Sulfate. SLS dan SLES telah seringkali dihubungkan dengan iritasi kulit dan langit-langit mulut. Pada anak kecil, iritasi biasanya terjadi pada bagian mata dan terjadi gangguan pada tumbuh kembang anak.


Sedangkan triclosan merupakan bahan kimia aktif, yang biasanya ditemukan dalam produk perawatan dan kebersihan diri. Pada tahun ’60-an, triclosan awalnya digunakan sebagai pestisida atau pembunuh hama. Seiring waktu, triclosan digunakan produsen dalam campuran sabun dan pasta gigi.


Triclosan sendiri merupakan bahan kimia aktif, yang biasanya ditemukan dalam produk perawatan dan kebersihan diri. Bahan ini awalnya digunakan sebagai pestisida atau pembunuh hama sekitar tahun 1960-an, namun seiring dengan perkembangan zaman, zat tersebut juga digunakan oleh produsen dalam campuran sabun. Di Indonesia, penggunaan zat ini masih menjadi kontroversi. Triclosan digunakan untuk mencegah perkembangan bakteri, namun bila digunakan untuk kulit dan pembersihan ke bagian tubuh lainnya, terdapat efek samping, “Efek zat triclosan memang tidak dirasakan secara langsung, namun dalam tiga tahun hingga lima tahun ke depan. Penggunaan sabun antibakteri secara rutin dalam jangka panjang, akan membuat kulit mudah kering dan sensitif,” ujar profesor dari divisi obat-obatan dan mikrobiologi di Universitas New York, Martin Blaser, MD.

 


Sementara untuk pasta gigi, seorang profesor biokimia dan mikrobiologi di University of Victoria, Caren Helbing, Ph.D. justru tidak menyarankan penggunaan pasta gigi mengandung triclosan karena dapat menyebabkan plak dan risiko gingivitis (radang gusi), serta memengaruhi hormon. "Triclosan menunjukkan indikasi gangguan endokrin (kelenjar atau organ yang memproduksi dan mengatur hormon dalam aliran darah)," kata Caren, seperti dikutip Menshealth, Senin (25/8/2014).


Dalam studi yang dilakukan oleh University of Michigan pada tahun 2014 menemukan, paparan triclosan mungkin bisa mengganggu kadar hormon tiroid pada remaja. Padahal hormon ini ada di hampir bagian tubuh dan dibutuhkan untuk pengembangan otak, metabolisme dan kesehatan jantung.


Untuk bahan fluoride, bahaya terhadap kesehatan bila diguanakan di dalam pasta gigi atau ditambah pada minuman adalah kerusakan pada sistem berpikir, kebutaan, hingga penyakit Alzheimer. Fluoride sering digunakan sebelumnya karena disinyalir sebagai zat ampuh untuk memperkuat tulang gigi. Padahal, kadar yang diterapkan pada air ataupun pasta gigi tidak aman. Menurut Iman Firmansyah, Tim Peneliti Lembaga Konsumen Jakarta Public Interest Research and Advocacy Center (LKJ PIRAC), di Indonesia, kandungan fluoride pada pasta gigi anak ternyata cukup besar, yaitu antara 800-1500 ppm. Padahal di beberapa negara, batas maksimal kandungan fluoride mulai dikurangi.


Diethanolamine ("DEA") juga perlu diwaspadai karena telah diklasifikasikan oleh International Agency for Research mengenai kanker sebagai “kemungkinan bersifat karsinogenik terhadap manusia.“


Microbeads, partikel plastik yang sangat kecil (hanya 5 mm) biasanya digunakan untuk bahan eksfoliasi dalam pasta gigi. Walaupun kecil, bila tertelan tetap tidak akan tercerna. Bila menjadi limbah, akan menganggu makhluk hidup lain di lingkungan sekitar dan menjadi racun dalam rantai makanan.


Gliserin. Zat ini tidak ideal dalam pasta gigi karena sifatnya yang melindungi, padahal gigi juga perlu menyerap mineral untuk menjaga kesehatan gigi Anda.


Sedangkan untuk propylene glycol, efek sampingnya hamper serupa dengan SLS dan SLES. Belum ada penelitian yang cukup namun iritasi kulit dan pengaruhnya terhadap organ tubuh dalam juga menjadi perhatian.


PASTA GIGI AMAN UNTUK KELUARGA

  1. Menurut The International Journal of Toxicology, bahan konsentrasi yang digunakan pada pasta gigi tidak boleh lebih dari satu persen.

  2. Tidak menggunakan bahan pewarna dan perasa.

  3. Tidak mengandung busa.

 

PILIHAN SESUAI UNTUK SETIAP ANGGOTA KELUARGA

  1. Untuk anak kecil, carilah pasta gigi yang mengandung bahan natural seperti peppermint oil, cardamom, celery, thyme, rosemary & sage, untuk mengatasi bakteri dan mencegah penumpukan plak pada gigi dan gusi. Bebas dari fluoride dan apabila menggunakan perasa agar tidak pahit bagi si kecil, harus yang berbahan alami.

  2. Sebagai alternatif untuk babes ataupun babies yang tidak tahan rasa mentol, pilih pasta gigi yang mengandung propolis, myrrh dan neem oil untuk rasa yang lebih segar.  Formula tersebut juga mengandung aloe dan xylitol dari tree bark yang efektif membersihkan gigi, mencegah kerusakan gigi dan mendukung kesehatan gusi.

  3. Bila babes hendak gigi yang lebih putih, maka gunakan bahan activated coconut shell charcoal yang mengandung diamtomaceous earth atau sodium bicarbonate (soda kue) untuk membersihkan tumpukan plak dan memberikan mineral pada gigi.

  4. Untuk gigi yang sensitive, cari pasta gigi yang mengandung betaine dari sugar beets, yang memiliki manfaat melembapkan. Sementara ekstrak peppermint, chamomile, dan spearmint berfungsi menyegarkan napas, gusi yang sehat, serta mengurangi iritasi dan pembengkakan di area mulut.


Sumber lainnya:


https://www.alodokter.com/triclosan

https://www.liputan6.com/health/read/2095890/bahaya-di-balik-pasta-gigi-mengandung-triclosan






Also in Beauty & Wellness

Wajah bening berkat Clay Mask!
Wajah bening berkat Clay Mask!

February 13, 2018

Para beauty babes pasti sudah familiar dengan masker yang berbahan dasar tanah liat/clay kan? Yes, masker yang mengandung bahan tersebut memang membuat kulit wajah Anda terasa bersih, kencang, dan segar. Nah salah satu tanah liat yang sedang digemari untuk dipakai sebagai perawatan kulit adalah pink clay!

View full article →

Apa Hubungan Pencernaan Dengan Psikologi Kita?
Apa Hubungan Pencernaan Dengan Psikologi Kita?

December 29, 2017

Apa kamu pernah mendengar ungkapan“you are what you eat”? Dalam kasus penderita Autisme, gut flora menjadi studi kasus yang kerap dipelajari lebih lanjut antara hubungannya dengan kondisi emosional dari pasien. Ketidakseimbangan bakteri baik dan buruk di dalam usus dapat menghambat kinerja otak dalam mencerna informasi.

View full article →

Penting Gak Sih Bayar Lebih Untuk Produk Organik?
Penting Gak Sih Bayar Lebih Untuk Produk Organik?

December 29, 2017

Babe, masih belum tahu kenapa sekarang ini makin banyak aja millenials yang rela bayar lebih mahal untuk pindah ke produk organik? Sebenernya ini cuma hype aja atau ada alasan yang real ya? 

View full article →

MOOLOO LIVING

Sign up to our offers, sale and weekly specials